24 Oct 2026
Sepanjang Oktober Bitcoin turun di bawah US$80.000, naik mendekati US$84.000, lalu kembali melemah. Menurut Bitunix Research, sekitar 80% dari 300 token terbesar turun dalam sepekan hingga 23 Oktober. Rapat The Fed dan data PCE menjadi ujian berikutnya.
Markets TradeReviewed News Desk
Bitcoin terus berbalik arah sepanjang Oktober. Mengutip laporan BeInCrypto Indonesia yang berbasis riset Bitunix, harga BTC sempat turun di bawah US$80.000 pekan lalu, naik mendekati US$84.000 pekan ini, lalu kembali ke sekitar US$81.000. Pada Sabtu, CoinDesk mencatat Bitcoin kembali melemah ke sekitar US$79.700.
Penurunan pada Sabtu terjadi di tengah laporan Wall Street Journal, yang dikutip CoinDesk, bahwa AS mempercepat evakuasi personel dari kedutaan dan pangkalan militer di Timur Tengah karena ancaman serangan Iran. Ethereum, XRP, dan Solana turun 3% hingga 4% dalam 24 jam, lebih dalam dibandingkan Bitcoin.
Kerusakan lebih luas di altcoin
Dalam laporan Token Pulse periode 17-23 Oktober, Bitunix menemukan sekitar 80% dari 300 token terbesar yang dipantau mengalami penurunan. Median imbal hasil mingguan tercatat minus 3,98%, sementara Bitcoin hanya turun 0,71% pada periode yang sama. Cardano, NEAR, dan SUI masing-masing turun lebih dari 5%, sedangkan Starknet (STRK) anjlok 39,2%.
Arus ETF tidak stabil
ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk US$526,7 juta pada 19 Oktober dan US$524,8 juta pada 21 Oktober, lalu arus keluar US$635,6 juta keesokan harinya. Itu berarti ayunan US$1,16 miliar antara dua sesi berturut-turut. Tekanan juga datang dari Nasdaq yang turun 2,6% pada 22 Oktober serta minyak Brent yang naik 6,8% selama periode laporan.
Agenda pekan depan
The Fed menggelar rapat pada 27 dan 28 Oktober, disusul data inflasi inti PCE September pada 29 Oktober. Menurut analisis tersebut, inflasi yang lebih lunak bisa membantu BTC kembali menguji zona US$84.000-85.000, sementara inflasi yang membandel dan arus keluar ETF lanjutan dapat membuat level US$80.000 tetap jadi fokus.
Apa artinya bagi trader
- Perhatikan pasar secara luas: saat 80% token besar turun, posisi long altcoin dengan leverage paling dulu terkena.
- Catat jadwalnya: keputusan The Fed dan data PCE dalam tiga hari biasanya memicu volatilitas.
- Pilih exchange dengan cermat: bandingkan biaya, likuiditas, dan keamanan di perbandingan exchange kami, lihat cara kami menguji, serta ulasan BingX dan OKX.
Bukan saran investasi.
Sumber: BeInCrypto Indonesia (data Bitunix Research).
Related reviews
Sources
- BeInCrypto ID: Bitcoin Terus Berbalik Arah. Mengapa 80% Token Kripto Turun?
- CoinDesk: Bitcoin price news: BTC falls below $80,000 on renewed Middle East worries
News is for information only and is not financial advice. More crypto news
You'll hear it here first
Get crypto news first on our Telegram channel.