Netanyahu dan kripto untuk hindari sanksi: Bank of Israel menolak, oposisi sebut ‘BibiCoin’

26 Oct 2026

TL;DR

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta penasihatnya menyiapkan rencana pemakaian kripto dan blockchain jika Israel terkena sanksi perbankan. Bank of Israel langsung menolak dan menegaskan kripto tidak bisa dipakai untuk melewati sanksi. Tokoh oposisi menyebut gagasan itu ancaman keamanan nasional.

Regulation TradeReviewed News Desk

Netanyahu membuka wacana pemakaian kripto dan blockchain sebagai jalur cadangan jika sistem perbankan Israel terkena sanksi internasional. Seperti dilaporkan Blockchain Media Indonesia dengan mengutip Times of Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan Channel 10 dan mengaku sudah meminta para penasihatnya menyusun rencana tentang bagaimana teknologi tersebut bisa digunakan.

Latar belakang: sanksi atas barang permukiman

Komentar Netanyahu muncul setelah Inggris bersama 11 negara Barat mengumumkan sanksi terhadap barang dari permukiman Israel di Tepi Barat. Sanksi itu secara khusus menyasar aktivitas di Tepi Barat, tetapi sejumlah ekonom memperingatkan dampaknya bisa merembet ke perekonomian Israel secara lebih luas. Netanyahu menilai ancaman sanksi perbankan tidak bisa diabaikan dan pemerintah perlu jalur yang tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur keuangan konvensional.

Bank of Israel: kripto bukan jalan pintas

Sehari kemudian, bank sentral memberi jawaban tegas. “Kripto tidak dapat digunakan sebagai jalur untuk melewati sanksi,” tulis Bank of Israel. Menurut bank sentral, prioritas Israel seharusnya menjaga hubungan ekonomi dengan mitra dagang utama dan mencegah sanksi sebelum benar-benar memukul ekonomi. Netanyahu menanggapi bahwa ia mendengar keberatan itu dan berterima kasih atas sarannya, tetapi tetap akan melakukan apa yang menurutnya terbaik.

Kritik oposisi

Pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, menyebut gagasan itu “visi BibiCoin” dan menulis di X bahwa visi tersebut adalah ancaman terhadap keamanan nasional. Ia mempertanyakan bagaimana perusahaan teknologi Israel bisa menerima investasi asing jika transaksi harus menghindari bank internasional. Ketua Yisrael Beytenu, Avigdor Liberman, menambahkan bahwa transaksi blockchain dapat dilacak dan otoritas bisa mengidentifikasi serta memblokir dompet yang terkait sanksi.

Apa artinya bagi trader

Sumber: Blockchain Media Indonesia (mengutip Times of Israel). Bukan saran keuangan.

Related reviews

You'll hear it here firstBreaking crypto, macro and geo alerts, before everyone else.
✈ Get alerts first on Telegram

Sources

News is for information only and is not financial advice. More crypto news

Get crypto news like this first: join our free Telegram channelJoin on Telegram

You'll hear it here first
Get crypto news first on our Telegram channel.

Join on Telegram
You'll hear it here firstBreaking crypto and market alerts on Telegram, before everyone else.✈ Join our Telegram